populasi hewan



POPULASI 
 
Populasi adalah sekelompok individu sejenis yang terdapat di suatu daerah  tertentu. Populasi dapat didefinisikan pada berbagai skala ruang. Bahkan seluruh individu sejenis dapat dipandang sebagai sebuah populasi. Beberapa  populasi local atau deme yang dihubungkan oleh individu-individu yang menyebar disebut metapopulasi. Populasi sementara yang terdiri atas tahap tertentu dari daur hidup suatu organisme membentuk hemipopulasi. Beberapa karakteristik populasi di antaranya adalah kepadatan, ukuran, dispersi, rasio kelamin, struktur atau komposisi umur, dan dinamika.
Penyebab Perubahan Populasi
(1)   Persaingan intraspesifik mempengaruhi kelahiran, kematian, dan pertumbuhan individu-individu melalui cara terkait kepadatan. Pengaruhnya datang perlahan, yaitu pertama-tama melibatkan kualitas hidup daripada kelangsungan hidup individu. Selanjutnya, ketika dampaknya semakin meningkat, persaingan intraspesifik mempengaruhi kebugaran individu.
(2)   Pada persaingan eksploitatif, setiap individu dipengaruhi oleh jumlah sumberdaya yang menjadi bagiannya. Individu-individu yang bersaing tidak harus bereaksi kepada anggota yang lain. Persaingan eksploitatif cenderung menghasilkan fluktuasi yang tajam dalam populasi.
(3)   Pada persaingan interferensi, terjadi pengaruh buruk terhadap sebagian anggota populasi karena sumberdaya yang terbatas, dan anggota-anggota populasi berinteraksi secara langsung. Sebagian individu akan memperoleh semua sumberdaya, dan sisanya akan memperoleh sedikit.
(4)   Mekanisme terkait kepadatan juga dapat terjadi pada kepadatan populasi yang rendah. Efek Allee (Allee effect) mengurangi laju pertumbuhan populasi ketika kepadatan populasi rendah. Efek Allee terjadi ketika kepadatan populasi sangat rendah, sehingga individu-individu sukar untuk berinteraksi.
(5)   Faktor-faktor terkait dan tidak terkait kepadatan populasi bekerja sama dalam menahan ukuran populasi mahluk hidup di alam sehingga lebih rendah daripada ukuran maksimum yang mungkin dicapainya. Kerjasama kedua faktor tersebut menghasilkan apa yang disebut dengan pengendalian alami (natural control).
INTERAKSI ANTAR POPULASI
A. Persaingan Antar Jenis
1.      Di samping interaksi yang bersifat persaingan, maka eksploitasi telah lama  mendapatkan perhatian yang besar dari para ahli ekologi. Interaksi yang termasuk ke dalam kategori eksploitasi adalah pemangsaan,  parasitisme/parasitoidisme, patogenitas, dan herbivore.
2.      Persaingan dan pemangsaan adalah dua faktor penting yang mempengaruhi evolusi jenis. Seleksi alam akan memihak pada  pesaing-pesaing yang ungggul, pemangsa yang efisien, dan mangsa yang sukar ditangkap.
3.      Persaingan intraspesifik diperkirakan terjadi lebih keras daripada interspesifik, karena dua anggota dari jenis yang sama kemungkinan besar memiliki kebutuhan sumberdaya yang sangat mirip.
4.      Intensitas persaingan interspesifik terkait dengan kesamaan kebutuhan antara kedua jenis, sehingga diperkirakan memunculkan tumpang tindih dalam pemanfaatan sumberdaya atau terjadi tumpang tindih relung.
5.      Akibat dari persaingan, relung nyata (realized niche) kedua jenis menjadi lebih sempit atau ada pemisahan pemanfaatan sumberdaya (resource partitioning atau resource allocation) di antara jenis-jenis yang bersaing.

B. Pemangsaan dan Parasitoidisme
1.      Warna memainkan peranan penting dalam pertahanan mangsa. Crypsis adalah pola warna yang memungkinkan mahluk hidup untuk berkamuflase sesuai dengan lingkungannya, sehingga lebih sulit dideteksi oleh pemangsa.
2.      Aposematic atau warna peringatan(warning coloration) melibatkan warna-warna cerah dan mencolok pada mangsa sebagai suatu peringatan bagi pemangsa untuk menjauhinya. Warna peringatan seringkali berasosiasi dengan keberadaan racun, bau busuk, atau senjata dari mangsa.
3.      Beberapa jenis hewan menipu pemangsanya dengan meniru hewan yang beracun. Pada mimikri Batesian, hewan peniru(mimic) tidak berbahaya, tetapi yang berbahaya adalah hewan yang ditiru(model). Sementara pada mimikri Müllerian, semua jenis mangsa berbahaya atau tidak enak dimakan oleh pemangsa.
4.      Pisaster adalah contoh pemangsa kunci (keystone predator) yang mengendalikan pesaing-pesaing yang kuat dan memelihara keanekaragaman jenis dalam suatu komunitas hewan.
5.      Model Lotka-Volterra adalah model paling sederhanadari interaksi pemangsa-mangsa. Model pemangsa-mangsa Lotka-Volterra adalah penting dilihat dari sejarahnya, dan secara konseptual penting barena menyediakan sebuah titik awal untuk memahami dinamika dari sistem pemangsa-mangsa.
6.      Parasitoid adalah serangga yang sebelum mencapai tahap dewasa berkembang pada atau di dalam satu tubuh inang yang biasanya serangga juga. Seekor parasitoid membutuhkan satu individu inang untuk menyelesaikan daur hidupnya. Di dalam dunia parasitoid, hanya betina dewasa yang mencari, menemukan, dan menyerang inang. Parasitoid disebut endoparasitoid jika perkembangannya di dalam rongga tubuh inang dan ektoparasitoid apabila perkembangannya di luar tubuh inang.  Sebagian besar parasitoid ditemukan di dalam dua kelompok utama serangga, yaitu bangsa Hymenoptera dan Diptera.

Herbivori dan Mutualisme
1.      Herbivori adalah konsumsi tanaman oleh hewan yang disebut herbivor. Ada dua cara tanaman mempertahankan diri dari serangan herbivor tersebut, yaitu (i) pertahanan fisik atau mekanik pada permukaan tumbuhan, dan (ii) pertahanan kimia. Contoh perlindungan fisik tumbuhan antara lain berupa duri-duri tajamdan rambut-rambut daun (trichome). Rambut-rambut kelenjar menggabungkan pertahanan fisik dan kimia dengan cara mensekresikan senyawa yang membuat serangga sulit bergerak di permukaan daun.
2.      Metabolit sekunder tanaman yang disebut allelokimia dapat mempengaruhi pertumbuhan, kesehatan, biologi populasi, atau perilaku hewan. Di antara berbagai tipe allelokimia adalah pemikat (attractant), pencegah (deterrent), pengusir (repellent), penyebab alergi (allergenic) dan racun (toxin).
3.      Pengaruh senyawa polimer kompleks pada tumbuhan (seperti selulosa, hemiselulosa, lignin, tannin ) bersifat terkait dengan dosis atau bersifat kuantitatif. Tidak seperti senyawa polimer kompleks dengan pengaruh yang tergantung dosis, senyawa metabolit sekunder seringkali mencegah reaksi biokimia yang spesifik. Senyawa sekunder bersifat racun pada  konsentrasi rendah, kecuali herbivore mempunyai pertahanan untuk melawan aktivitasnya. Beberapa contoh kelompok senyawa yang memiliki pertahanan kualitatif adalah alkaloid, terpenoid, dan hidrogen sianida.
4.      Pertahanan constitutive adalah perlindungan tumbuhan yang bersifat  permanen, sedangkan pertahanan inducible merupakan respon individu tanaman terhadap kerusakan jaringan.
5.      Herbivor mempunyai mikroba untuk melindunginya dari senyawa sekunder tumbuhan. Sistem enzim yang dimiliki herbivor juga menyediakan perlindungan terhadap berbagai racun tanaman. Mixed-function oxidases (MFO) dapat mendetoksifikasi berbagai racun tumbuhan dan racun sintetik.
6.      Ada beberapa jenis serangga herbivor yang memanfatkan racun untuk keuntungannya. Kumbang Caryedes brasilliensis dapat berkembang di dalam biji Dioclea megacarpa(suku Fabaceae) yang mengandung L-canavanin beracun dan memanfaatkannya sebagai sumber nitrogen. Kupu-kupu raja (Danaus plexippus) yang memakan Asclepias curassavica, yaitu tumbuhan yang mengandung senyawa racun cardiac glycoside, memanfaatkannnya untuk melindungi diri dari burung pemangsa. Burung yang mencoba memangsa kupu-kupu raja dewasa akan memuntahkannya.
7.      Pada mutualisme obligat, tidak ada jenis yang dapat hidup tanpa jenis lainnya. Pada mutualisme fakultatif, masing-masing jenis dapat hidup terpisah dan tidak tergantung satu sama lain. Mutualisme dapat pula diklasifikasikan berdasarkan fungsi, yaitu (i) mutualisme trofik, (ii) mutualisme defensif, dan (iii) mutualisme dispersif.
8.      Koevolusi adalah perubahan evolusioner timbal balik dari jenis-jenis yang berinteraksi-- misalnya parasitoid dan inang, pemangsa dan mangsa, para pesaing, herbivor dan tanaman, penyerbuk dan tanaman, dan lain-lain.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

kisaran toleransi dan faktor pembatas

habitat, mikrohabitat dan relung

populasi